Jumat, 08 April 2011

harvard world model united nation!!! episode: menggelandang di malaysia

WOW. Kalau ada kata pertama yang paling pantas untuk gambarkan pengalaman ini adalah "wow". dan saya bahkan tidak tahu apakah "wow" adalah sebuah kata resmi atau bukan. jadi postingan kali ini rencananya akan menceritakan pengalaman saya ikut Harvard World Model United Nation. Tapi entah kenapa saya hari ini lebih mood nulis tentang pengalaman perjalanan saya dibandingkan pengalaman kegiatan MUN saya. hehehe

secara umumnya kami ber-16 (saya, bon, ayu, kak riri, firda, ujha, kak narti, iona, ibot, biondi, kak acha, kak achi, bama, riri, satky, dan vino) berangkat dari Makassar sebagai delegasi UNHAS dalam World Model United Nation. dengan berjibaku sejak bulan Oktober hingga H-1 jalan sana sini membawa proposal minta dana, jualan-jualan pin yang sampai skarang belum terjual semua, hingga mengadakan Unhas Mini Model United Nation yang tujuannya buat ngumpul dana tapi malah defisit, akhirnya kami berhasil berangkat juga...

dimulai dengan keberangkatan ke Singapore via Malaysia pada tanggal 11 sore.. kemarin sebenarnya niat saya dan beberapa wanita lainnya (ayu, bon, firda, dan kak narti), mau berangkat makassar-malaysia kemudian dilanjut dengan malaysia-singapore semua dengan maskapai air asia sama seperti beberapa teman yang lain. tapi berhubung kami sempat amnesia sesaat (hehe) dan berujung pada penundaan tak berkesudaan atas pembelian tiket, pada hari kami mem-booking tiket, yang tadinya seharga 1,8juta untuk rute di atas pulang pergi, membengkak menjadi 2,5juta. yaaaah.... akhirnya dengan sok yakin saya dan beberapa wanita nekat tadi memilih hanya mengambil penerbangan makassar-malaysia PP dengan harga 1,6juta. yang mayaaaan... dengan rencana begitu nyampe LCCT langsung ke KLCC buat ngambil train ke singapore. waktu itu setelah berseluncur di dunia maya mencari informasi, saya menemukan bahwa masih ada train ke Singapore pukul 23.30 dengan harga sekitar 30 ringgit. berbekal informasi itu, saya memberanikan diri (dan para wanita lainnya) bahwa kita bisa tiba di Singapore tanggal 12 pagi. menghemat biaya akomodasi semalam. mayaaaan...

begitu tiba di LCCT, kami dengan santainya mengantri di konter Imigrasi sambil sesekali menertawakan teman-teman yang harus segera check in kembali untuk berangkat ke singapore. dengan segala kesantaian dan kenaifan kami, kamipun berjalan ke pintu keluar dan mencari konter informasi untuk bertanya. setelah menemukan konter tourism malaysia, kamipun bertanya mengenai kereta menuju Singapore.

daaaan.......

ternyata.........

si lelaki penunggu konter mengatakan bahwa.... kereta terakhir yang berangkat ke singapore baru saja berangkat pukul 08.00, dan jam di saya menunjukkan waktu sekitar pukul 08.30. apes... inilah yang saya khawatirkan, saya mungkin telah menggantungkan harapan pada situs yang tidak update. mungkin kereta yang berangkat pukul 23.30 itu ada di tahun 2007. sebenarnya saat itu saya curiga bahwa si lelaki pengunggu konter juga tidak yakin dengan jadwal kereta ke singapore sehingga saya sempat berpikir untuk tetap ke KLCC siapa tahu ternyata masih ada kereta. tetapi, mengingat saya sedang di negara orang dan tidak tahu apa-apa dan saya juga tidak berani gambling dengan nyawa 4 wanita di tangan saya, akhirnya saya mencari alternatif lain untuk ke Singapore. dan si lelaki penunggu konter mengatakan kalau saya ke Terminal Bersepadu Selatan sekarang, saya masih bisa naik bus ke Singapore. setelah barkonsultasi dengan 4 wanita yang lain, akhirnya kami memilih ke TBS untuk mencari bus. untuk ke TBS kami harus naik fast train dengan biaya sekita 10 ringgit.

setelah membeli tiket fast train, berangkatlah kami ke TBS. dimulai dengan naik Bus ke Salak Tinggi (tiket fast train tadi sudah termasuk bus ini) yang merupakan stasiun fast train pertama dan yang terdekat dengan LCCT. menurut instruksi petugas fast train, kami harus menunggu bus bergambar fast train di depan terminal keberangkatan. di depan terminal keberangkatan, kami dan koper seabreg-abreg kami kemudian mencari-cari bus tersebut. di seberang jalan kami melihat bus yang dimaksud, tapi karena tidak yakin, akhirnya saya berinisiatif untuk ke tempat bus itu duluan untuk bertanya, baru kemudian jika bus itu benar bus yang akan kami tumpangi, barulah saya akan memanggil teman-teman yang lain.

sayapun bertanya kepada si petugas dengan bahasa inggris yang dijawab dengan bahasa melayu supercepat yang pada akhirnya kata yang saya tangkap adala dia menanyakan tiket saya. saya lalu kembali ke rombongan saya, mengambil tiket dan menunjukkan kepada si petugas. si petugas dengan cuek ngerobek tiket saya dan nyuruh saya naik bus. heh? ternyata penumpang lain udah pada di atas. wah sial, teman-teman saya masih berada di seberang bersama koper-koper yang super banyak. gimana caranya supaya mereka juga bisa langsung ke bus. sayapun spontan loncat-loncat manggil mereka sambil melambai-lambaikan bendera putih. hehehe...nggak ding, intinya saya lompat-lompat kayak kesurupan yang saya yakin kalo ada petugas imigrasi yang liat saya bakal dideportasi langsung dengan tuduhan penyakit kejiwaan. daaaan... tidak ada yang melihat saya karena terhadang mobil-mobil yang lewat. saya pun pasrah, begitu juga si petugas, begitu juga si super bus, begitu juga para penumpang yang budiman, dan bus pun berangkat.

petugasnya hanya bilang (dalam bahasa melayu supercepat, tapi intinya kayak gini):
"kalian tunggu bus berikutnya saja."
saya bertanya:
"berapa lama bus berikutnya datang?"
dia menjawab:
"setengah jam lagi."

dan hampir saja saya mengalami pingsan pertama saya di negeri orang...

*cerita lainnya dilanjut nanti yaaaaa....

Tidak ada komentar:

Posting Komentar